Bentuk Masa Depan (Future ) dalam Masa Lalu (Past)
Cara utama untuk mengekspresikan masa depan dalam masa lalu adalah:
Would (akan) + Base verb (kata kerja dasar)
- Ini adalah bentuk lampau dari kata kerja “will”.
- Penggunaan: Sering digunakan untuk merujuk pada ramalan, janji, atau tindakan sukarela yang diharapkan dari sudut pandang masa lalu.
Contoh:
She said she would go to the meeting. - Dia (tadi) mengatakan akan pergi ke pertemuan.
(Saat dia mengatakannya—di masa lalu—pergi ke sana masih di masa depan.)
She promised she would be here by six. - Dia (tadi) berjanji akan ada di sini sebelum jam enam.” (Janji itu terjadi di masa lalu, dan ‘ada di sini’ masih di masa depan pada saat itu.)
Bentuk masa depan lampau menggunakan “would” + kata kerja dasar untuk kasus sederhana (misalnya, "They thought it was going to rain" - “Mereka berpikir akan hujan”) atau “was/were going to” + verb (kata kerja dasar) bisa diganti dengan (misalnya, “They thought it would be raining - Mereka (tadi) berpikir akan hujan”).
Bentuk “Be going to” (was/were going to)
Juga bisa di pakai untuk mengekspresikan masa depan dari sudut pandang masa lalu selain menggunakan bentuk would be + verb-ing.
Contoh:
- I was going to call you, but I forgot. - Saya bermaksud (tadi) akan menelepon Anda, tapi saya lupa.
- She was going to study abroad. - Dia (tadi) bermaksud untuk belajar di luar negeri.
Penggunaan: Biasanya digunakan untuk rencana, niat, atau prediksi yang didasarkan pada bukti yang dibuat di masa lalu. Hal ini sering kali menyiratkan bahwa peristiwa yang diharapkan tidak benar-benar terjadi.
Contoh: "I was going to call you, but I forgot." - “Saya (tadi) bermaksud menelepon Anda, tapi saya lupa.” (Niat tersebut ada di masa lalu, tetapi tindakan tersebut tidak pernah terjadi.)
Past Future Continuous: “would be + -ing”
Menekankan tindakan di masa depan yang dilihat dari masa lalu.
He said he would be waiting for us. - Dia mengatakan dia akan menunggu kami.
Past Future Perfect: “would have + past participle.”
Past Future Perfect: “would have + past participle”
Digunakan untuk tindakan yang diharapkan selesai setelah titik waktu di masa lalu.
She thought she would have finished by Monday. - Dia (tadi) berpikir dia (tadi) akan selesai pada hari Senin.
Mengapa disebut “Past Future”?
Karena menggabungkan dua konsep waktu:
Masa Lalu (past) : momen yang kita maksudkan
Masa Depan (future): peristiwa yang diharapkan setelah momen masa lalu tersebut
Contoh garis waktu:
Kemarin (masa lalu) ➜ she said she would travel tomorrow - dia (tadi) mengatakan akan bepergian besok (masa depan relatif terhadap kemarin)










0 Komentar
Terima kasih telah meninggalkan komentar.